SELAMA ini belalang bagi sebagian besar masyarakat dianggap sebagai hama. Namun, beda halnya dengan masyarakat di Gunungkidul, Yogyakarta. Bagi mereka, belalang menjadi makanan mahal dan eksklusif, apalagi jika sulit untuk mendapatkan binatang yang satu itu.
Belalang atau dalam bahasa jawa disebut walang merupakan serangga herbivora dari sub-ordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Binatang yang satu ini banyak dijumpai dipinggir Kota Wonosari.
Di sepanjang jalan Wonosari-Semanu, dan Playen–Paliyan, menjadi favorit penjual belalang menjajakan dagangannya. Pasalnya, jalan tersebut banyak dilalui pengendara dari luar kota. Tidak sedikit pedagang yang mendatangkan dagangannya dari luar daerah, seperti Kulonprogo dan Purworejo.
Marjo salah seorang pedagang di Jalan Wonosari-Semanu mengaku, per hari dia menjual sekitar 700-800 ekor belalang. Untuk mencari belalang, pria berusia 70 tahun itu menghabiskan waktu sekira lima jam per hari.
“Anak saya yang mencari belalang dengan menggunakan lem di sawah sekitar sini, dan saya yang menjualnya,” kata Marjo saat ditemui di Jalan Wonosari-Semanu. (OkeFood.com)